Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) membeberkan temuan dalam Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) DKI Tahun Anggaran 2018. Salah satunya adalah temuan dana Kartu Jakarta Pintar (KJP) dan Kartu Mahasiswa Umum (KMU) yang mengendap hingga Rp130 miliar.
Baca Juga :
Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Ratiyono membenarkan dana yang mengendap itu. Dia mengaku dana itu mengendap karena ada proses evaluasi terhadap penerjma KJP dan KMU."Jadi memang ada escort sekitar Rp130 miliar. Ini masih tertahan di bank DKI karena masih kita sortir," kata Ratiyono kepada CNNIndonesia.com, Kamis (16/5).
Ratiyono menyatakan pihaknya sedang menyortir siswa yang masih memenuhi persyaratan untuk menerima KJP dan KMU. Setelah penyortiran selesai maka KJP dan KMU baru bisa dicairkan.
Sementara yang tidak terdaftar lagi, uang dan ATM akan dikembalikan ke kas daerah. Penyortiran ini dilakukan agar dana yang dikeluarkan lebih optimal.
"Yang sudah tidak di sekolah dikembalikan ke kas daerah. Jadi kita harus cermat, yang sudah tidak ada dikumpulkan dan disetorkan," tegas dia.
"Sampai paling tidak 29 Mei ini sebelum libur sekolah clear, tapi bertahap," tutup dia.
Didukung oleh : QQMulia , GT4D
Baca Juga Berita Indonesia :
- Disebut suaminya hemat, ini 10 barang Sandra Dewi yang seharga rumah
- Ultah ke-37, Gading Marten Dapat Ucapan Manis dari Gisel
- Hadir di pesta Syahrini-Reino, harga outfit Nagita senilai rumah
GT4D Situs Togel Online Terlengkap & Terpercaya
Berbagai Kelebihan Tersedia di GT4D
- Cs yang Welcome Pada Pemain Baru / Pemain Lama
- Minimal Deposit yang sangat rendah Rp 10.000
- Tersedia Permainan Lain Selain Togel
- Pelayanan langsung diberikan oleh sang profesional.
- Diskon Togel Sangat Besar
Mendukung 4 Bank Terbesar Indonesia
BCA - BRI - BNI - MANDIRI
Info Selanjutnya / Kontak Kendala :


Tidak ada komentar:
Posting Komentar